Senin, 11 Maret 2013

TEKHNIK DASAR PANJAT TEBING



Langkah pertama

Lakukan Pemanasan (Warming Up) di bagian tubuh yang rentan akan cidera mulai dari otot bagian leher sampai pada tendon bagian kaki, dalam melakukan pemanasan ini usahakan dengan disertai ceck up denyut nadi dengan tujuan agar dalam melakukan latihan inti tidak menimbulkan cidera yang pada akhirnya dapat merugikan diri sendiri. Adapun limit waktu dalam pemanasan ini kurang lebih 10 – 30 menit lamanya.

Langkah Kedua

Pastikan diri siap untuk melakukan pemanjatan dengan menu latihan yang telah ada, misalnya : Pemanjatan Endurance, Pemanjatan Teknik dan lain-lain juga pastikan alat – alat yang akan dipakai telah memenuhi standart baku yang telah ada ( ada licencie dari United International des Alpinist Association / UIAA) dari Tali Kernmantle, Seat Harness, sampai pada Karabiner dan lain – lain, lakukan pemanjatan bersama dengan orang – orang yang telah mengerti di bidang memanjat tebing itu sendiri karena masih banyak kalangan umum yang memandang bahwa panjat tebing itu mempunyai resiko tinggi, serta jangan abaikan penggunaan simpul yang baik dan benar misalnya simpul 8 yang tersimpul di Seat harness juga pemakaian alat –alat untuk memanjat itu sendiri. Sesuaikan menu latihan dengan kemampuan diri dan lakukan latihan secara rutin day by day maksudnya disini satu hari berlatih memanjat satu hari melatih fisik dan berikan tubuh istirahat 2 x 24 jam untuk recovery otot agar tidak mengalami beban yang berlebihan atau biasa disebut dengan over Training. Adapun sedikit wacana akan Teknik Memanjat Tebing Dasar “Memanjat itu mudah apabila tangan kanan memegang maka kaki kiri sebagai pijakan begitupun sebaliknya”Teknik tersebut diatas mempunyai istilah Diagonal Movement, dan cara memegang hand hold / Point usahakan memegang dengan 4 jari sebagai penahan utama dengan posisi tangan terbuka tanpa menggunakan ibu jari hal tersebut mempunyai istilah Open Hand Crimp, serta biasakan memakai sepatu panjat agar pijakan kaki kita bisa optimal dalam melakukan pemanjatan adapun teknik dasarnya yaitu Edging dengan pengertian gunakan ujung sepatu bagian depan, dalam, luarnya sepatu jadi jangan asal memijakkan kaki pada point yang ada. Lalu usahakan posisi tangan lurus dengan bahu pada saat Dipping (mengambil magnesium di dalam chalk bag) serta pada saat Clipping (memasukkan tali pada runner) karena dengan cara demikian akan meminimalkan tenaga yang keluar oleh karena otot yang digunakan adalah otot bahu bukan otot lengan. Dan saran kami sebagai penulis untuk pemula jangan melakukan pemanjatan yang diluar kemampuan coba gunakan dinding panjat dengan banyak Hand Hold / point pada permukaan dinding panjat / tebarkan sebanyak mungkin hand hold / point agar bagi pemula bisa dengan leluasa memilih pegangan dan pijakan sesuai dengan kemampuan masing – masing pemanjat pemula tersebut, juga lakukan pemanjatan dengan sistem Top Rope (Tali yang sudah terpasang diatas dengan pengaman tetap / anchor) dan Free climbing serta simulasi penambatan.

Langkah ketiga

Setelah melakukan latihan jangan lupa melakukan (cooling Down) Pendinginan yang berfungsi sebagai pengembalian fungsi otot secara normal kembali juga pembakaran asam laktat yang mengendap disetiap tendon – tendon yang bisa mengakibatkan rasa nyeri keesokan harinya.adapun limit waktu yang dierlukan dalam pendinginan itu sendiri 5 – 15 menit.
Dan akhirnya SELAMAT BERLATIH.




TEKNIK GERAKAN


Diagonal Movement

Adalah teknik gerakan yang paling mendasar bila tangan kanan sebagai pegangan dan kaki kiri sebagai tumpuan begitu sebaliknya sehingga secara otomatis gerakan yang ada akan seimbang dengan sendirinya dan lebih ringan untuk membawa beban badan untuk menambah ketinggian / memanjat.


Paralel Movement

Adalah teknik 3 tumpuan 1 mencari, maksudnya disini salah satu dari kaki atau tangan mencari pijakan atau pegangan sehingga ketiga yang lainnya berada pada hand hold atau point, sehingga 3 tumpuan yang ada sebagai penopang berat badan kita.

Frogging

Pada dasarnya gerakan sama dengan Paralel movement perbedaannya hanya pada pijakannya saja, pada teknink frog ( Katak ) usahakan posisi pijakan sejajar horizontal antara kaki kiri dan kaki kanan.


Body Tension

Pada teknik ini berlawanan dengan teknik diagonal movement, bila tangan kiri sebagai pegangan maka kaki kiri juga sebagai pijakkannya sehingga kaki kanan harus pandai menempatkannya untuk mencari keseimbangannya agar lebih mudah untuk melakukan gerakan selanjutnya.


Flagging

Pada teknik ini sama dengan teknik body tension perbedaannya ada pada kaki yang bebas untuk mencari keseimbangannya kaki tersebut bisa kita letakkan dibagian dalam kaki yang menumpu atau menjauh dari kaki yang menumpu.


Twisting

Pada teknik ini mempunyai pengertian memutar kaki sedemikian rupa sehingga dapat memperpanjang jangkauan secara otomatis dalam hal ini baik teknik diagonal movement maupun body tension apabila ada gerakan putaran pada kaki yang menumpu bisa disebut dengan teknik ini.


 
Mantling

Teknik ini hanya bisa dilakukan pada pemanjatan tebing adventure karena pada teknik gerakan ini bila kita menemukan teras pada tebing dengan dua tangan sebagai pegangan kemudian kaki ditempatkan pada tumpuan tangan tersebut satu titik tiga tumpuan.


Dynamic Movement

Teknik ini mempunyai pengertian mengayunkan tubuh untuk menjakau hand hold selanjutnya, antara dorongan kaki dan tarikan tangan menjadi moment yang paling penting karena 2 tumpuan tersebut sangat memegang peranan.


Static Movement

Teknik ini kebalikan dari teknik dynamic diatas teknik ini dilakukan karena hand hold / point yang menjadi pegangan maupun tumpuan sangat minim atau ekstrim sehingga gerakan yang dilakukan harus hati – hati, sehingga gerakannyapun terlihat pelan tapi pasti untuk menambah ketinggian.



Drop Knee

Teknik ini hampir sama dengan twisting ada putaran antara salah satu kaki ataupun tubuh perbedaannya ada pada lebar tumpuan kaki sehingga pada teknik ini benar-benar menggunakan salah satu putaran kaki sebagai tumpuannya.



TEKNIK PEGANGAN


CRIMP / HALF CRIMP

Teknik ini adalah cara memgang hand hold ( Point ) yang ekstrim, dengan 4 jari dan dibantu ibu jari diatasnya yang berfungsi sebagai pengunci, teknik ini dipakai pada saat arah hand hold ( Point ) normal (Menghadap keatas)


OPEN

Teknik ini hampir sama dengan Crimp / Half Crimp diatas perbedaannya hanya pada ibu jari, pada teknik ini tidak memakai ibu jari sebagai pengunci, ini teknik adalah dasar dari teknik pegangan yang ada dan dapat dilakukan pada semua jenis hand hold ( Point ) selama hand hold ( Point ) yang terpasang normal ( Menghadap keatas ).

 

PALM

Teknik ini adalah cara memegang hand hold ( Point ) dengan menggunakan telapak tangan bagian dalam ( dekat dengan ibu jari ) bukan pada jari sebagai tumpuannya, teknik ini dapat dilakukan dengan posisi lengan lurus dalam usaha menambah ketinggian


PINCH

Teknik ini bisa juga disebut dengan mencubit / mencengkram karena pada teknik ini cara memgang hand hold ( Point ) dengan cengkaraman jari – jari tangan, teknik ini dilakukan pada saat menemukan hand hold ( Point ) yang mempunya dua sisi pegangan sedemikan rupa.



UNDERCUT

Teknik ini adalah cara memgang hand hold ( Point ) yang pegangannya menghadap keatas dengan posisi lengan lurus, dan usahakan mencari pijakan sedekat mungkin dengan pegangan agar mendapatkan posisi yang ideal dalam menggunakan teknik ini.



SIDE PULL / REVERSE SIDE PULL

Teknik ini adalah cara memegang hand hold ( Point ) dengan arah yang berlawanan, apabila arah pegangan ke kiri maka tarikan atau bebannya ke kanan begitu pula sebaliknya.



Lying

Teknik ini adalah memagang satu hand hold ( Point ) dengan kedua tangan kita atau dapat juga disebut 1 titik dua tumpuan.


Cling / Undercling

Teknik ini adalah cara memegang hand hold ( Point ) yang paling ekstrim, dengan posisi jari – jari kita lurus kebawah hingga ujung jari benar – benar mendapatkan beban maksimal, teknik ini dipakai pada saat menemukan hand hold ( Point ) yang dengan jenis flate.



Change

Teknik ini adalah cara menukar tangan pada satu hand hold ( Point ) / satu titik tumpuan dan teknik ini juga berlaku untuk kaki / pijakan



Two Finger

Teknik ini adalah cara memegang hand hold dengan dua jari saja, untuk memgang memakai dua jari sebaiknya menggunakan jari tengah dan jari manis karena akan menghasilkan cengkraman yang optimal.




TEKNIK PIJAKAN
 

Edging

Teknik ini adalah teknik dasar dalam pemanjatan untuk pijakan, pengertiannya teknik ini menggunakan ujung sepatu / ujung kaki dari mulai sisi luar, tangah, dan sisi dalam teknik ini mutlak berfungsi apabila pemanjat memakai sepatu.


Smearing / Friction

Teknik ini adalah cara memijak hand hold di sepatu bagian tengah / telapak atas dibawah jari kaki, teknik ini dapat berfungsi dengan baik apabila kita menemukan tebing smearing kurang dari 90 derajat akan tetapi dapat juga digunakan apabila kita menemukan hold yang berjenis slap.

Hooking

Teknik ini adalah cara memijak hold dengan menggunakan tumit pada teknik ini dapat dilakukan pada saat menemukan contur dinding roof / pada saat akan melewati roof. Satu kaki bertumpuan memakai tumit.

Foot Jamming

Teknik ini adalah cara memijak satu hand hold / satu tumpuan dengan dua kaki, apabila kaki kiri menarik maka kaki kanan mendorong. Pada teknik dapat dilakukan pada saat menemukan roof panjang dan over hang diatas 45 derajat juga panjang maka teknik ini dapat berfungsi dengan baik. 

Change

Teknik ini cara menukar kaki pada satu hand hold dengan mengoptimalkan media hand hold yang ada.




TEKNIK LAIN - LAIN


Rest Position

Teknik ini adalah cara mencari tempat istirahat sementara pada saat melakukan pemanjatan dengan metode cari Hand hold yang poket, slopper besar kemudian luruskan lengan jangan lupa beban tubuh ada pada pijakan kita. Berhentilah beberapa saat sambil melemaskan lengan dengan cara gerakan sedemikian rupa setelah dirasa cukup baru memulai pergerakan lagi. Sebagai catatan gunakan Rest Position tersebut sebaik mungkin sambil menentukan langkah berikutnya.

Clipping

Clipping adalah cara memasukkan tali utama pada pengaman jalan / runner yang telah tersedia, salah satu tangan usahakan dalam posisi lurus ( Strike Arm ) lalu masukkan tali utama secepat mungkin setelah runner berada pada jangkauan. Adapun caranya terdapat 3 metode :
  1.  
Jari tengah untuk menahan runner ( sedikit ditarik ke bawah ) dan ibu jari serta telunjuk memegang tali, jari manis untuk menahan karabiner lalu tekan sampai tali benar – benar masuk pada karabiner.
  1.  
Letakkan tali diantara ibu jari dan jari telunjuk lalu keempat jari sebagai penahan runner lalu remas karabiner tersebut sampai tali masuk.
  1.  
Jari telunjuk dan ibu jari memegang tali dan ketiga jari yang lainnya berfungsi sebagai memegang runner lalu tekan tali pada pintu karabiner sampai masuk.

Dipping

Dipping mempunyai pengertian mengambil magnesium pada saat melakukan pemanjatan / memasukkan salah satu tangan pada cahlk bag guna memanfaatkan magnesium. Dengan cara usahakan mengambil magnesium pada posisi yang menguntungkan salah satu tangan usahakan lurus ( Strike Arm )


Strike Arm

Teknik ini adalah teknik yang dipakai pada saat Rest Posision, Clipping, dan Dipping maka sebaiknya salah satu lengan yang jadi tumpuan diluruskan agar bisa lebih berhemat tenaga.

Sabtu, 21 Juli 2012

PUISI LAUT DAN HUTAN


aku sudah berpisah
dengan gunung
oleh sebuah patok bertulis
"area pribadi bukan untuk umum”


aku sudah bercerai dengan laut
oleh sebuah kertas bertuliskan
"tiket masuk”


tapi aku…
tak akan pernah bisa berpisah,
aku tak akan pernah …
bercerai dengan LANGIT
sebelum ada orang
yang serakah dan mengeram…!
menguasai dengan lantang

"INI LANGITKU..!”
"DAN ITU LANGITMU…”

PENGUKUHAN ANGGOTA BARU AKAR













PENDAKIAN GUNUNG DEMPO

LOMBA ARUNG JERAM

NAVIGASI

Navigasi adalah suatu tehnik untuk menentukan kedudukan suatu tempat dan arah lintasan perjalanan secara cepat dan tepat, sedangkan orang yang melakukannya disebut Navigator. Navigasi terdiri dari tiga macam jenis yaitu: 1. Navigasi darat 2. Navigasi laut 3. Navigasi udara Arah –arah 1. Utara sebenarnya Yaitu arah yang ditujukan oleh meridian dan menuju ke kutub utara. Atau tempat pertemuan dari garis – garis meridian yang terdapat di kutub utara. 2. Utara peta Yaitu arah yang ditunjukan oleh garis – garis koordinat peta tegak kebagian atas peta, dan adanya hanya di peta. 3. Utara magnetis Yaitu arah yang ditunjukan garis tengah jarum kompas dan tujuannya ke kutub magnetis. Dan adanya hanya di medan. Kunci pemahaman Navigasi ada dua cara yaitu: 1. Mampu membaca gambar permukaan bumi pada peta, 2. Mampu menggunakan alat-alat Navigasi dan menentukan arah mata angin yang tepat. Didalam Navigasi terdapat perpindahan grade karena perubahan struktur atau kontur pada peta lama dan peta baru 1. Peta • Peta adalah gambaran permukaan bumi diatas bidang datar dengan ukuran diperkecil, bersifat selektif dan dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya baik secara visual maupun secara sistematis. Jenis-jenis peta antara lain: 1. Peta Topografi adalah peta yang menyajikan gambaran proyeksi dan sebagian permukaan fisik bumi yang mengambarkan secara detail tentang keadaan suatu tempat, ketinggian dan sebagainya. Peta yang dipakai mempunyai skala 1: 25000 2. Peta Geografis adalah gambaran proyeksi dan seluruh permukaan fisik bumi ini, seperti globe. 3. Peta Theknis adalah gambaran proyeksi permukaan fisik bumi untuk menunjang kebutuhan tehnik tertentu, seperti peta teknis jaringan jalan raya. 4. Peta Termatik adalah gambaran data dan informasi yang mempunyai tema (topik) tertentu sehubungan dengan kedudukan geografisnya, seperti peta distribusi peluru AS. Untuk keperluan Navigasi darat diperlukan Peta Topografi, tentunya dengan memilih catatan lapangan yang sesuai dengan daerah atau tempat yang dijelajahi. • Perpindahan Grade adalah Tehnik untuk memindahkan titik koordinat pada peta topografi ke peta geografis agar mendapatkan kedudukan kita pada peta geografis dengan lebih akurat. • Skala peta adalah perbandingan jarak antara dua titik di peta dengan jarak mendatar ( horizontal ) antara dua titik yang serupa di medan. Rumusnya : Jarak Di Peta X Skala = Jarak Mendatar • Lagenda peta adalah keterangan peta yang berupa simbol atau benda yang terdapat dibawah peta. • Orientasi Peta adalah menyamakan kedudukan peta dengan medan sebenarnya atau praktis menyamakan utara peta denagn utara sebenarnya. • Kordinat Peta, melakukan koordinat ini dilakukan diatas peta dan bukan dilapangan. Menunjukan dan arah barat ke timur danarah selatan ke arah selatan atau kiri kanan, bawa atas (KIKA BATAS). • Karvak yaitu daerah yang dipeta yang dibagi-bagi menjadi bagian berupa bujur sangkar. Masing-masing karvak pada peta mempunyai skala 1:50.000 = 2cm = 1000m sedangkan peta skala 1:25.000 = 4cm = 1000m Contour atau Garis ketinggian merupakan garis yang berbelok – belok menghubungkan titik yang memiliki ketinggian yang sama dari permukaan air laut. Sifat-sifat Garis Kontur : 1. Garis kontur mewakili satu keinginan 2. Garis kontur memiliki nilai yang rendah mengelilingi garis kontur yang lebih tinggi 3. Garis kontur tidak mungkin saling berpotongan atau bercabang 4. Pada peta seri AMS setiap garis kontur kelipatan sepuluh ditandai dengan garis kontur tebal. 5. Garis kontur yang rapat menandakan daerah itu curam dan renggang menandai landai. 6. Interval kontur/perbedaan antara garis mempunyai rumus 1/12000 X skala, kecuali jika kertulis pada peta. 7. Garis kontur yang dengan bentuk “U” menandakan punggungan, bentuk “V” menandakan lembah. Garis kontur tidak dapat dijadikanpatokan dalam mengukur jarak, tetapi hanya ketinggian saja. 2. Kompas adalah sebagai alat petunjuk arah mata angin. Bagian-bagian yaitu: Dial (suatu permukaan dimana terdapat angka seperti pada permukaan jam), 1. Visir (pembidik sasaran), 2. Kaca pembesar, 3. Jarum Magnet, 4. Bagian penyangga Jenis-jenis Kompas yaitu: 1. Kompas Silva, dapat digunakan untuk ploting, menghitung arah dengan cepat dan tepat diatas peta tanpa menggunakan busur. 2. Kompas Prisma 3. Kompas Lensa Cara Membaca Kompas • North East Timur laut 450 • East Timur 900 • South East Tenggara 1350 • Sounth Selatan 1800 • Sounth West Barat Daya 2250 • West Barat 2700 • North West Barat Laut 3150 • North Utara 3600 Azimut adalah besar sudut antara utara dengan titik shoting Azimut dibagi tiga yaitu: 1. Azimut sebenarnya 2. Azimut peta 3. Azimut kompas Resection Resection adalah menentukuan posisi kita di peta dengan menggunakan dua buah tanda medan yang terlihat dengan jelas, dan diketahui posisinya dengan tepat dipeta. Dalam resection harus menggunakan back azimut. Langkah-langkah resction: 1. Lakukan orientasi peta 2. Cari tanda medan yang mudah dikenali dan dipeta kita 3. Bidak tanda medan tersebut dari posisi kita 4. Pindahan Back Azimut yang didapat pada peta kita 5. Perpotongan garis Back Azimut inilah yang menentukan posisi kita pada peta Intersection Intersectioan adalah cara untuk menentukan kedudukan orang lain di peta. Caranya : 1. orentasikan peta 2. misalnya pada titik ketinggian tempat kita berdiri adanya triangulasi, yang pada peta kita kenali, misalnya titik A 3. kemudian kita bidik kearah sasaran misalnya titik C, dari kedudukan kita ( titik A ), lalu hasil bidikan kompas pindahkan kesudut peta setelah dihitung SPM tahun berrjalan. 4. tarik garis di peta dari titik A sebesar perhitungan sudut peta. 5. kemudian kita pindahka ke titik B, yang telah kita ketahui kedudukannya baik dipeta maupun di medan seperti no. 2. 6. kemudian kita bidik kearah sasaran misalnya titik C, dari kedudukan kita titik B, lalu hasil bidikan kompas pindahkan kesudut peta setelah dihitung SPM tahun yang sedang berjalan, seperti no.3. 7. titik garis di peta dari titik B sebesar perhitungan sudut peta. 8. perpotongan garis tersebut adalah kedudukan / posisi orang.

DAFTAR TUMBUHAN OBAT

Beberapa jenis tumbuhan yang biasa dijumpai di alam terbuka/lapangan yang dapat di manfaatkan sebagai obat, antara lain : 1. Arbenan (Dechesnea indica) Kegunaan : - Muntah darah: Caranya herba segar ditumbuk kemudian diberi air ±1 gls dicampur dengan gula merah secukupnya kemudian di tim, saring, setelah dingin baru diminum - Batuk, Flu/influensa: Herba digodok kemudian airnya diperas lalu diminum. - Digigit ular atau serangga: Herba segar ditumbuk sampai lumat kemudian dibubuhkan di tempat yang tersengat atau tempat yang sakit. 2. Asam (Tamarindus indica L.) Kegunaan : - Bisul: Biji asam ditumbuk hingga halus diberi sedikit air garam dan dipakai untuk menurap bisul, lalu dibalutkan dan diganti 2 kali sehari. - Sariawan: Kumur-kumur dengan air asam - Demam: Daun asam ditumbuk kemudian perasan airnya diminum - Rematik/bengkak terpukul: Daun muda asam dan rimpang kunyit digiling halus, seduh dengan sedikit air panas kemudian dipakai untuk menurap bagian yang sakit. Atau buah asam tanpa biji dilumatkan seperti bubur kemudian dipanaskan sebentar kemudian dipakai untuk menurap bagian yang sakit. - Keseleo : Daun segar dicuci kemudian ditumbuk halus seperti bubur kemudian diturapkan ke tempat yang sakit. 3. Bandotan (Ageratum longzoldes L.) Kegunaan : - Demam, malaria dan radang paru (pnemonia): Herba kering dimasak dengan air kemudian airnya diminum sehari 2x. - Keseleo: Daun bandotan dilumatkan kemudian dibalurkan di tempat yang sakit atau diturapkan pada bagian yang sakit, diganti 2x sehari. 4. Nangka (Arthocarpus heterophyllus ) Kegunaan : - Luka luar, borok: Daun dilumatkan menjadi bubuk kemudian dibubuhkan ditempat yang sakit. - Bisul, gigitan ular: Getah nangka dibubuhkan pada tempat yang sakit. - Sembelit: Buah nangka dimakan - Demam, malaria: Kayu nangka di rebus kemudian diminum. - Diare dan demam: Akar di rebus kemudian diminum airnya. 5. Teki (Cyperus rotundus) Kegunaan : - Bisul, luka tepukul, memar, gatal-gatal pada kulit: Teki dicuci digiling halus, kemudian ditempelkan pada bagian yang sakit. 6. Pepaya (Carica papaya L.) Kegunaan : - Malaria : Daun pepaya muda yang segar dicuci, digiling hingga halus dan tambahkan ¾ gelas air masak dan garam secukupnya, diperas, disaring dan diminum 3 x sehari. - Digigit ular berbisa: 5 jari akar pepaya dicuci, ditumbuk hingga halus dan ditambahkan dengan air garam tumbuk hingga seperti bubur, turapkan pada bekas gigitan lalu balut ganti 2x sehari-hari. - Sakit maag: 1 buah pepaya masak, kupas, cuci dengan air masak yang diberi air garam, dimakan 2x sehari, sehabis makan nasi. - Kaki gajah: Daun pepaya secukupnya dimasak dipakai merendam kaki yang membesar. - Luka bakar: Getah pepaya diusap ditempat pada luka bakar agar mencegah timbulnya lepuhan. 7. Senggani (Melastoma candidum) Kegunaan : - Sariawan, diare: 2 lembar daun muda dicuci lalu dibilas dengan air matang, kunyah dengan garam secukupnya lalu ditelan, buah dimakan sebagai obat sariawan. - Menetralkan racun singkong: 60 – 90 gram daun atau akar digodok, lalu diminum. 8. Cengkeh (Egunia aromatika (L) Kegunaan : - Sakit perut, mulas dan mual: cara penanggulangannnya adalah 10 tetes minyak cengkeh seduh dengan ¼ cangkir air panas ditambahkan dengan 1 sendok makan madu, aduk sampai rata, selagi hangat minum 2 kali sehari. - Muntah karena lambung dingin, mual dan amandel: Beberapa butir cengkeh diseduh diminum sebagai teh. - Sakit gigi: 10 biji cengkeh disangrai hingga hangus kemudian giling, kemudian masukan ke dalam lubang gigi yang sakit tutup dengan kapas. 9. Ketimun (Cucumus sativus L.) Kegunaan : - Tekanan darah tinggi: 2 buah ketimun di parut kemudian di peras air perasan tersebut di minum. - Demam: ketimun dicuci kemudian di parut, hasil parutan di kompreskan di atas perut. 10. Kunyit (Curcuma Longa Linn). Kegunaan : - Demam, pilek dan hidung tersumbat: 20 gr rimpang segar, cuci, parut dan tambahkan ½ gls air matang kemudian di aduk dan di peras dengan sepotong kain, air perasan tersebut di minum 2 kali sehari, atau ambil sepotong kunyit, iris secukupnya , rebus dengan 1 gelas air sampai mendidih uapnya dihirup melalui lubang hidung yang tersumbat. 11. Lengkuas (Alpina galanga (L) Willd) Kegunaan : Menghilangkan Rasa dingin, Kembung, muntah, mual, diare, kurang napsu makan: 3 – 6 gr lengkuas direbus, kemudian airnya diminum. 12. Bakung putih (Ctinum aciaticum L.) Kegunaan : - Sakit gigi: akar bakung digiling, lalu ditempelkan pada bagian yang sakiit, atau akar direbus dengan air bersih hingga mendidih lalu air hasil rebusan dikumur lalu dibuang. - Keseleo: Daun bakung dihangatkan di atas api kecil hingga layu kemudian ditempelkan pada bagian yang sakit. - Bisul, radang kulit bernanah, bengkak: Daun dan bunga dicuci dan dihaluskan kemudian ditambahkan sedikit madu, kemudian ditempelkan pada bagian yang sakit. - Luka karena benda beracun: Umbi bakung dicuci kemudian dihaluskan, ditempelkan pada bagian yang luka. - Mengatasi buang air yang tidak lancar: daun diolesi dengan minyak kelapa lalu ditempelkan pada daerah kandung kemih. - Luka akibat benda beracun, digigit ular: 5 – 10 gr umbi dicuci, dihaluskan, disaring kemudian airnya diminum dan ampasnya ditempelkan pada bagian yang luka kemudian dibalutkan. Catatan: Tumbuhan bakung mengandung racun, terutama dibagian umbinya, gunakan secara hati-hati. 13. Begonia (Begonia sp.) Kegunaan : Sakit tenggorokan: 15 gr umbi begonia dicuci kemudian diiris-iris, tambahkan 300 cc air lalu dihaluskan, air tersebut dipakai untuk kumur-kumur. 14. Bugenfil (Bougainvilaea glabra Chaicy) Kegunaan : Bisul: dengan cara bunga bugenfil dan daun cocor bebek, dibersihkan kemudian dihaluskan dan ditempelkan pada bagian yang sakit. 15. Bunga Matahari (Helianthius annus L) Kegunaan : - Sakit gigi: 60 gr dasar bunga + 5 gr jahe di rebus dengan 600 cc hingga menjadi 300 cc, kemudian disaring, lalu diminum selagi hangat. - Sakit perut saat datang haid: 30 gr bagian dasar bunga matahari + gula merah secukupnya direbus dengan air secukupnya, disaring lalu air tersebut diminum. 16. Bunga Tasbih (Canna Indica) Kegunaan : - Luka berdarah: radang kulit bernanah, jerawat: akar atau rimpang segar bunga tasbih secukupnya dihaluskan kemudian ditempelkan pada bagian yang sakit. - Ambein: 30 – 60 gr, akar rimpang direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, disaring kemudian diminum. 17. Bungur (Lagerstromia indica L) Kegunaan : - Migrain atau sakit kepala sebelah: 30 gr daun dan akar dimasak bersama 60 gr daging sapi lalu dimakan - Sakit gigi: 15 gr akar bungur dimasak bersama dengan daging ayam atau sapi hingga matang lalu dimakan. 18. Kembang merak (Caesalpina pulcherrima (L)) Kegunaan : - Luka terpukul: Bunga dihaluskan lalu ditempelkan pada bagian yang sakit. - Penyakit kulit: Daun dihaluskan lalu ditempelkan pada bagian yang sakit. - Sariawan: Daun kembang merak direbus hingga mendidih, disaring airnya dipakai berkumur-kumur. - Perut kembung: Daun + alang-alang + bawang putih ditumbuk halus lalu dibalurkan pada perut yang kembung - Panas: Bunga kembang merak direbus lalu disaring dan diminum. - Diare akut: Kulit batang ditumbuk halus, diseduh dengan 100 cc air lalu diminum hangat-hangat. Catatan : Wanita hamil di larang minum obat ini. 19. Kembang pukul empat (Mirabilis jalapa L) Kegunaan : - Bisul: daunnya dihaluskan ditambahkan sedikit garam dan ditempelkan pada bisul dan dibalutkan kain kasa. - Jerawat: Buahnya dibuat zat tepung dan ditambahkan air secukupnya lalu diolesi muka yang berjerawat. - Koreng, luka terpukul, eksim: Tumbuhan segar secukupnya dihaluskan lalu ditempelkan pada bagian yang sakit atau direbus dengan air secukupnya, digunakan untuk mencuci bagian yang sakit. - Amandel, radang tenggorokan: akar kembang pukul empat dibersihkan kemudian dijus, lalu airnya diminum. 20. Tomat (Lycopersicon esculentum) Keguanan : - Kulit terbakar sinar matahari: Daun muda setelah dicuci bersih, diremas, dibalutkan ke kulit yang terbakar. - Demam: 3 buah tomat masak dicuci dan dipotong-potong, diremas dengan ½ cangkir air masak dan 1 sendok makan madu, peras dan saring lalu diminum 3 kali sehari. 21. Melati (Jasminum sambac) Kegunaan : - Luka, patah tulang, keseleo: Akar melati secukupnya dicuci dan dihaluskan lalu dimasak, kemudian ditempelkan pada bagian yang sakit dan dibalutkan dengan kain kasa. - Susah tidur (Insomnia): 1 – 1,5 gr akar dicuci bersih, digiling tambahkan air masak secukupnya, saring kemudian diminum. - Radang mata merah: Bagian bunga dicuci bersih lalu digodok sebagian air diminum dan sebagian lagi untuk mencuci mata. - Bengkak akibat gigitan binatang: Daun atau bunga secukupnya dicuci, digiling halus, tempel ke tempat yang sakit. - Demam, sakit kepala: 10 gr daun dan 10 bunga melati, diremas-remas, direndam dengan air secukupnya air tersebut digunakan untuk mengompres.atau akarnya dilumatkan dan ditempelkan pada dahi. - Cacingan: 15 gr akar + 1 pilah daun pepaya direbus dengan 600 cc air rebus hingga air menjadi 300 cc lalu disaring, air saringan diminum hangat-hangat.. - Sesak napas: 10 lembar daun melati direbus dengan 600 cc air rebus hingga mendidih, tunggu hingga air rebusan menjadi 300 cc kemudian beri dengan garam secukupnya, saring dan minum 2x sehari sebanyak 150 cc. Catatan: wanita hamil dan dalam kondisi lemah dilarang menkomsumsi obat ini. 22. Widuri (Calotropis gigantea). Kegunaan : - Gigi rusak: Getah widuri 3 – 4 tetes dengan kapas dan dilumurkan pada gigi yang rusak dan jangan sampai kena gigi yang sehat. - Kutil: Getah widuri + kapur sirih diolesi pada kutil 2 –3 kali sehari. - Eksim: Getah dioleskan 2 – 3 kali sehari. 23. Alang-alang (Imperata cylindrica) Kegunaan : - Muntah darah, mimisan: 30 –60 gr akar segar yang telah dibersihkan, dipotong-potong lalu digodok dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas, minum setelah dingin. 24. Bayam duri (Amaranthus spinosus) Kegunaan : - Sakit kerongkongan: 45 gr akar segar dicuci bersih, digodok, minum. - Demam: 1 genggam daun segar dicuci, digiling halus dan ditambahkan air secukupnya dan dikompreskan pada dahi. 25. Belimbing manis (Averrhoa carambola) Kegunaan : - Influenza, sakit tenggorokan: 90 – 120 gr buah belimbing segar diparut, air perasannya diminum, atau buahnya dimakan. - Bisul: daun segar secukupnya dicuci, digiling, diaduk dengan air cucian beras, sampai menjadi adonan seperti bubur, tempelkan ke tempat yang sakit lalu dibalut. - Malaria: 15 –24 gr Bunga kering diseduh dengamn air yang mendidih, diminum 2 kali sehari. 26. Cabe rawit (Capsicum frutescons) Kegunaan : - Sakit perut: Daun muda digiling halus lalu dicampurkan dengan sedikit kapur sirih dibalurkan pada perut yang sakit. - Frostbite: kulit cabe ditempelkan pada bagian yang sakit. 27. Sambiloto (Andrographis pariculata) Kegunaan : - Batuk rejan: 3 lembar daun diseduh dengan air panas, dicampur dengan madu secukupnya minum sehari 3 kali. - Sakit gigi, infeksi telinga tengah, hidung berlendir: 9 – 15 gr herba segar digodok dan diminum atau dilumatkan dan diperas airnya untuk tetes telinga. - Digigit ular berbisa: Daun segar dilumatkan diaduk dengan tembakau (rokok) diturapkan pada tempat yang luka, 9 –15 gr daun segar, digodok,diminum. - Demam: Tumbuk segenggam daunnya dan 1 sloki air bersih, disaring, diminum daun segar sambiloto untuk mengompres badan yang panas. 28. Jambu biji (Psidium guajava) Kegunaan : - Diare: 3 lembar daun jambu biji mudah dikunyah dengan sedikit garam kemudian ditelan, dikonsumsi 2 kali sehari, atau ditumbuk dengan ½ cangkir air, kemudian diperas lalu diminum. - Luka berdarah: Daun segar dilumatkan tempelkan pada bagian yang sakit. 29. Jarak pagar (Jatropha capcar) Kegunaan : - Gatal-gatal, eksema: Daun dipanaskan diatas api sampai lemas,diremas untuk pemakaian setempat. - Jatuh, terpukul, bengkak: Daun segar dicuci bersih, kemudian diremukkan tempelkan pada bagian yang sakit. - Sakit gigi: Petik setangkai daun, getahnya diambil lalu dimasukkan pada lubang gigi yang saki. 30. Kangkung (Ipomoer aquabiza) Kegunaan : - Keracunan makanan: 500 – 1000 gr kangkung segar cuci kemudian bilas dengan air matang, tumbuk lalu diperas airnya, kemudian diminum. - Mimisan: 50 gr kankung segar dicuci bersih kemudian ditambah gula secukupnya, digiling halus kemudian diseduh dengan air panas setelah dingin disaring kemudian diminum. - Susah tidur, sembelit: Batang dan daun direbus dan dimakan sebagai lalap atau ditumis. - Badan lemah (Neurasthenia): Kangkung segar 1/3 genggam daun, ¼ genggam akar, dicuci ditumbuk halus tambhakan ½ cangkir air masak dan 1 sendok madu diperas, disaring minum 3 kali sehari. - Digigit ular: kangkung segar dicuci, ditumbuk halus, diperas airnya sampai terkumpul ½ mangkuk diminum bersama arak, ampasnya dibubuhkan pada tempat yang sakit. - Digigit lipan: Kangkung segar, setelah dicuci ditambahkan garam secukupnya digiling hingga halus, dibubuhkan pada tempat yang sakit, lalu dibalutkan. 31. Pacing (Costus speciosus) Kegunaan : - Digigit ular: Satu batang paling seutuhnya dicuci lalu ditumbuk halus, beri air garam ampasnya untuk menurap luka gigitan ular lalu dibalutkan sehari 2 kali. - Radang mata: 3 jari batang paling cuci ditumbuk, peras dan saring airnya untuk ditetesi pada mata yang sakit, 3 – 4 kali perhari sebanyak 2 tetes. 32. Pohon Sig Sag (Pedilanthus tithymaloides) Kegunaan : - Borok, koreng, luka berdarah: Tanaman segar dicuci bersih, digiling bubuhi ke tempat yang sakit - Gigitan lipan atau kelabang, bengkak terpukul: Tanaman dilumatkan dan dibubuhkan ke tempat yang sakit. 33. Pule pandak (Ranfolvia serpentina) Kegunaan : - Sakit kerongkongan: Akar secukupnya di iris tipis-tipis akar tersebut dihisap seperti permen - Sakit kepala, susah tidur, pusing, demam, radang kantung empedu, luka terpukul, kurang napsu makan, sakit perut: 10 -15 gr akar digodok diminum. - Demam influenza : 25 gram daun digodok diminum - Luka terpukul atau digigit ular: Daun segar dilumatkan,dibubuhkan pada tempat yang sakit. - Luka berdarah: Daun muda secukupnya ditumbuk dan dibubuhi pada tempat yang sakit. 34. Rumput bambu (Lophatherum gracile) Kegunaan : - Demam, gelisah, haus: 10-15 gr daun atau akar dicuci bersih, lalu digodok, minum setelah dingin . - Demam, haus, air kemih sedikit termasuk infeksi akut pada saluran kemih: 3 – 9 gr daun dan batang dicuci bersih lalu digodok dan diminum sebagai teh. - Bisul pada kelopak mata (hordeolum), dan luka pada selaput bening mata: Batang dan daun dicuci bersih, dibilas dengan air matang, ditumbuk halus lalu diperas, air perasan dipakai sebagai obat tetes. 35. Srikaya (Annona squamosa L.) Kegunaan : - Borok, bisul yang keras: daun secukupnya setelah dicuci bersih digiling halus sampai menjadi bubur, tambahkan sedikit garam, dipakai untuk menurap bagian yang sakit. Air godokan daunnya digunakan untuk mencuci luka dn borok. - Tiba-tiba pingsan, menenangkan pada gangguan histeris: Daun secukupnya setelah dicuci bersih, lalu diremas atau ditumbuk halus, penderita menghirup bau remasan atau air perasan daun tersebut. - Obat luka: Daun secukupnya digodok, airnya untuk mencuci luka. 36. Suruhan (Piperomis pellucida) Kegunaan : - Sakit kepala: seluruh tumbuhan dilumatkan, ditempelkan ke tempat yang sakit. - Sakit perut: 30 gr herb segar setelah dicuci ditumbuk halus, air perasannya diminum.